Logo SantriDigital

dampak dosa kecil yang diremehkan

Ceramah
I
Indah Rachmawati
5 Mei 2026 3 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَال...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللّٰهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللّٰهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat para alim ulama, para Kiai, para asatidz, dan seluruh tokoh agama di lingkungan kita. Yang saya hormati Bapak Kepala Desa, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari sekalian yang saya cintai karena Allah. Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah mempertemukan kita di majelis yang penuh berkah ini. Terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu, Saudara sekalian. Pada kesempatan kali ini, insya Allah kita akan mengkaji sebuah tema yang sangat penting, namun seringkali luput dari perhatian kita, yaitu "Dampak Dosa Kecil yang Diremehkan". Seringkali kita merasa aman, merasa tidak berdosa besar, sehingga dosa-dosa kecil yang kita lakukan sehari-hari kita anggap remeh, padahal inilah yang bisa menjerumuskan kita ke jurang kenistaan yang lebih dalam. Saudara-saudari sekalian, Allah Subhanhu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 24 yang baru saja kita dengarkan: "Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." Ayat ini senada dengan tema kita. Ada kalanya kita lebih cinta pada harta, kedudukan, kenyamanan dunia, daripada cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta yang lebih besar pada dunia ini, bisa membuat kita lalai, bahkan berani melakukan maksiat yang kita anggap kecil. Dosa kecil, seperti berbohong hanya sekali, menyakiti hati tetangga dengan ucapan pedas, menunda-nunda shalat hanya sebentar, menggunjing orang lain, atau bahkan hal-hal kecil seperti menipu timbangan sedikit, itu semua adalah dosa kecil yang jika diremehkan, akan menumpuk dan mengeras seperti batu yang besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: "Hati-hatilah kalian terhadap dosa-dosa kecil, karena sesungguhnya (dosa-dosa kecil) itu akan terkumpul pada seseorang hingga membinasakannya." (HR. Muslim) Bayangkan, sebuah ember yang terus menerus ditetesi air. Lama kelamaan, air itu akan meluap. Begitu pula dengan dosa-dosa kecil. Jika tidak segera dibersihkan, ia akan menumpuk dan menutupi hati kita dari cahaya kebaikan. Ulama besar, Al-Imam Al-Ghazali rahimahullah dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa dosa kecil yang terus menerus dilakukan tanpa penyesalan dan taubat merupakan dosa besar. Mengapa? Karena ia menunjukkan ketidakpedulian kita terhadap murka Allah. Kisah tentang semut kecil sangatlah relevan. Dulu, konon ada seorang raja yang sangat berkuasa. Suatu hari ia terperosok ke dalam gua yang gelap. Ia merasa tidak berdaya dan mulai menangis. Tiba-tiba, ia melihat seekor semut kecil yang kesulitan membawa remah-remah makanannya yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Semut itu jatuh, bangkit lagi, jatuh lagi, tapi terus berusaha. Sang raja terinspirasi oleh kegigihan semut itu. Ia pun bangkit, dan dengan sisa tenaganya, ia berhasil keluar dari gua. Nah, contoh semut ini mengajarkan kita tentang kekuatan ketekunan. Dosa kecil pun begitu. Jika kita tekun mengerjakannya, ia akan menumpuk. Namun, jika kita tekun bertaubat, memohon ampunan Allah, maka ia akan terhapus. Sebagaimana firman Allah dalam surat Az-Zalzalah ayat 7-8: "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya." Saudara-saudari sekalian, jangan biarkan remehnya dosa kecil membuat kita terlena. Marilah kita mulai introspeksi diri. Setiap kali kita merasa ingin berbuat dosa, meskipun sekecil apapun, ingatlah Allah, ingatlah Rasul-Nya, ingatlah bahwa setiap perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Mari kita jadikan setiap tetesan kebaikan sebagai pengisi ember amal kita, dan setiap kali tergelincir ke dosa kecil, bersegeralah bertaubat dan beristighfar. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni segala dosa-dosa kita, baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja, yang besar maupun yang kecil. Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →